oleh

Menelusur Jejak Almughoni, 6 Hari Hilang di Hutan Danau Kaco yang Keberadaanya Masih Misteri

Almughoni, remaja yang masih menduduki bangku ditingkat sekolah menengah atas (SMA) di kota Sungaipenuh, Jambi. hingga kini belum diketahui keberadaannya. Setelah dinyatakan hilang di Danau sebening kaca sejak Rabu. (01/01) lalu.
——————————

Meski kawasan hutan nan berimba sudah disusuri, sepanjang aliran Sungai dikawasan hutan pun telah dilewati, berjam-jam lamanya. namun belum ada jejak-jejak yang menunjukkan keberadaan Almughoni, Sudah enam hari lamanya.

Berbagai upaya pencarian telah dilakukan untuk menemukan Almoghoni. Hingga kini, Senin (6/1), Tim gabungan masih bertahan menyisiri hutan hingga tembus ke kawasan TNKS.

Semua titik-titik yang dirasa akan ada keberadaannya telah disisir oleh para pencari Almoghani dari Basarnas Kerinci. Sabtu (4/1).

Dua tim dibagi Basarnas dalam pencarian ini. Tim pertama diarahkan untuk menyisir disepanjang jalur Danau Kaco hingga ke dasar-dasar hutan.

Tim kedua yang terdiri dari warga-warga berusaha menyusuri daerah Lubuk Betung dan Lubuk Pasang dalam kawasan rimba lekuk 50 tumbi di Lempur.

Semua tim sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian Almoghoni. Basarnas, Kepolisian, TNI, BPBD, Damkar, Tagana, dan Personil TNKS dibantu warga.

Beribu asa dan doa terus diserukan agar Almoghoni segera pulang. Kepulangannya sangat dinanti-nanti oleh keluarganya.

Melibatkan Orang Pintar

Segala upaya dilakukan demi bertemunya jejak keberadaan Almoghoni, remaja yang dinyatakan hilang saat pulang dari rekreasi di Danau sebening kaca itu.

Selain dengan cara melakukan penyisiran ke hutan-hutan. Basarnas Kerinci bahkan juga melibatkan orang pintar, serta dibantu orang-orang adat di lekuk 50 tumbi Lempur.

Basarnas Kerinci, Eni. Menuturkan, berdasarkan penerawangan paranormal, Almoghoni masih hidup dan dalam keadaan selamat. Hanya saja, kata Eni secara kasat mata Almoghoni tidak bisa dilihat dengan mata telanjang manusia biasa.

“Dari analisa orang pintar, si korban masih hidup atau dalam keadaan selamat dan tidak jauh dari jalan raya. tetapi, secara kasat mata korban tidak tampak. Jadi membutuhkan ritual tertentu untuk penjemputan Al.” Jelasnya.

Penyisiran ke Hutan

Semua pihak sudah bahu-membahu ikut melakukan pencarian Almoghoni. Namun naas hingga hari kelima, Minggu (5/1) pencarian belum membuahkan hasil.

Segala upaya dan usaha telah dilakukan relawan dibantu masyarakat dalam pencarian Almoghoni. Bahkan dihari kelima pencarian dipimpin lnagsung Dandim 0417/ kerinci, Letkol Czi Ftriadi.

Sungai Manjuto yang merupakan lokasi awal hilangnya Almoghoni, menjadi sasaran penyisiran rombongan.

Perjalanan yang penuh tantangan ditempuh Dandim 0417 Kerinci didampingi kepala dinas sosial kota Sungaipenuh. tidak menjadi penghalang untuk menyisir Sungai Manjuto yang dipenuhi semak belukar.

“Kami bersama relawan bergerak star pada pagi hari pukul 08.00 wib menuju Sungai Manjuto sampai ke Danau Kaco melewati sisi kiri Sungai Manjuto.” kata Letkol Czi Fitriadi.

Penyisiran sisi kiri Sungai Manjuto telah dilakukan, yang tembusnya sampai ke Ipuh Muko-muko-Bengkulu. Dari penyisiran Sungai Manjuto ini para rombongan sudah sampai hingga ke Gunung Tuah. Namun hasilnya masih nihil.

Tabuh Larangan

Hingga hari kelima, pencarian Almoghoni terus dilakukan. Penyisiran ke hutan-hutan semak belukar menjadi sasaran utama.

Bahkan demi pencarian Almoghoni, Depati ninik mamak empat luhah depati payung Pondok Tinggi telah membunyikan “Tabuh Larangan”.

Sebagai pertanda himbauan kepada warga, agar semua masyarakat ikut serta dalam pencarian Almughoni.

”Kita sudah membunyikan tabuh Larangan pagi ini sebagai himbauan agar semua warga pondok tinggi agar ikut serta mencari Almughoni,” ujar Rio Hendri salah seorang Nlninik mamak di wilayah Depati payung pondok tinggi kepada wartawan. Minggu (05/1).

Untuk diketahui, Tabuh Larangan ini pada masa lalu hingga saat ini hanya digunakan pada hari raya, pelantikan pemangku adat, pemberitahuan adanya serangan musuh atau tanda marabahaya lainnya.

Awal Hilangnya Almughoni

Seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Sungaipenuh, Jambi, yang dilaporkan hilang. Hingga kini hari ke enam, Siswa bernama Ikhsan Almughoni (17) yang hilang saat pulang rekreasi dari Danau Kaco, Kabupaten Kerinci, bersama satu temannya. Pencariannya belum membuahkan hasil.

“Kami masih melakukan pencarian ke lokasi. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda-tanda ditemukannya pelajar itu. Tim yang sedang melakukan pencarian itu tergabung dari Basarnas Jambi, BPBD, TNI/Polri, dan unsur masyarakat dan beberapa teman komunitas pencinta alam,” kata juru bicara Basarnas Jambi Lutfi, pada Kamis (2/1) lalu.

Almughoni dilaporkan hilang pada Rabu (1/1) sore. Saat itu, korban bersama satu temannya hendak pulang dari danau sebening kaca itu.

Namun Ikhsan terpisah dengan temannya saat dalam perjalanan pulang. Basarnas Jambi menduga Almughoni tersesat karena Danau Kaco merupakan lokasi wisata yang berada di wilayah hutan lindung serta Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

“Informasi yang kami terima itu, mereka berlibur tanpa dipandu oleh pihak pemandu wisata alam ataupun teman-teman dari pencinta alam,” sebut Lutfi.

“Mungkin lantaran mereka juga merupakan penduduk wilayah setempat, jadi kemungkinan liburan kali ini yang mereka lakukan adalah beberapa kalinya. Hanya, naasnya, kali ini kejadiannya sampai dilaporkan hilang,” imbuhnya.

Danau Kaco sendiri berada di kawasan perbukitan dan berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

(rhr)

Komentar

Berita Terkini